Namanya Mery

Mery Fiyanti, hanya seorang anak dari keluarga sederhana yang memiliki segudang mimpi. Anak yang selalu menyimpan keluh-kesah, masalah, dan lukanya sendirian. Seakan tidak ingin orang lain melihat sisi dalam dirinya. Paling tidak suka dipandang menyedihkan, atau mendapatkan tatapan kasihan dari orang-orang. Sangat suka membaca, sangat suka mendengarkan orang lain cerita tapi paling tidak suka bercerita. Apalagi menyangkut kehidupan pribadinya.

Kelihatan cuek diluar tapi aslinya sangat suka tertawa. Kurang suka dengan orang baru, mudah bersosialisasi diluar tapi sangat pendiam jika sudah di rumah. Belum pernah ada orang yang benar-benar mendengarkan keluh-kesah nya, masalahnya sendiri. Saking seringnya memendam sendiri. Sangat ingin menaikkan derajat orang tua. Itu salah satu keinginan bocah kelas 3 SMA ini. Orangnya tidak suka bertele-tele, langsung to the points.

Tidak pernah galau seperti teman²nya disekolah, tidak pernah berpacaran, tidak pernah benar-benar dekat dengan yang namanya lawan jenis, belum pernah mencintai lawan jenis kecuali bapak dan kakaknya.
Tidak suka coklat tapi sangat suka eskrim. Belum merasa memiliki teman yang benar-benar tulus. Pernah menangis sesenggukan hanya karena tidak dihargai oleh temannya.
Anaknya pemaaf, sabar, dan juga tidak pandai marah. Sangat menghargai sekecil apapun usaha seseorang, selalu bersyukur apa yang telah di dapatkannya.

Ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dengan nilai yang memuaskan dan usahanya sendiri, walau kadang sering di buat down oleh orang-orang disekitarnya. Ingin membuktikan kepada orang-orang kalah dia bisa.

Terlihat kuat padahal rapuh jika sudah sangat mengenalnya.

15 September 2019

Komentar